Sabtu, 25 April 2015

Hijab Surgaku, Hijab Syar'i Pilihanku

“Hijab memang tidak menghantarkan kita ke surga, karena akhlak dan amal perbuatan yang membawa kita ke surga. Tapi, dengan berhijab kita bisa menjaga akhlak dan amal agar selalu lurus,” (Risty Tagor)

Alhamdulillah, sekarang banyak muslimah yang dengan kesadaran diri sendiri telah memakai hijab untuk kegiatannya sehari-hari. Namun masih ada juga yang mengenakan jilbab hanya karena ikut-ikutan tren masa kini. Banyak pula tren mdel hijab yang bermunculan yang tidak menampakkan berhijab dengan benar atau syar'i.

Sering kita berfikir, apakah jilbab gaul yang sekarang menjadi trend dimasyarakat telah menutup aurat dengan benar?bagaimanakah jilbab syar'i yang benar menurut islam?
Jilbab gaul yang ada di masyarakat belumlah menutup aurat dengan bnar. Ini dapat dibuktikan dengan pakean yang mereka pakai, ada orang yang memakai kaos ketat atau melihatkan lekuk tubuh tapi berhijab. Ini tidak disebut dengan hijab syar'i. Hijab syar'i yang dimaksud dalam islam adalah pakaian yang benar ketika kita bercermin dan bertanya apakah jilbabku sudah benar?maka hati kita akan menjawab sudahkah saya bisa sholat dengan pakaian seperti ini? Maka jilbab yang benar yaitu yaitu jilbab yang menutup seluruh aurat, tidak menjadi perhiasan dan pusat perhatian, tidak tipis, tidak ketat, tidak menyerupai lelaki, tidak menyerupai wanita-wanita kafir, tidak berparfum dan bukan termasuk pakaian syuhrah. Pakaian syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal (yang dipakai seseorang untuk berbangga dengan dunia & perhiasannya) maupun pakaian yang bernilai rendah (yang dipakai seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya’). (Imam Asy Syaukani dalam Nailul Athar II/94)
Banyak yang berpendapat bahwa tidak memakan hijab merupakan dosa kecil. Kaum wanita yang tidak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya.

Seperti yang termaktub dalam firman Allah Swt.,
“….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Maidah: 5).

Na’udzubillah. Semoga kita terjauh dari adzab Allah Swt., ada sebuah kisah menggetarkan tentang seorang perempuan yang menganggap bahwa dosa meninggalkan jilbab itu adalah dosa kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar